Belum Ada Kejelasan, Jakmania Kepung Kantor Persija

JAKARTA - Permasalahan di tubuh Persija Jakarta semakin pelik. Tuntutan pelunasan gaji pemain masih menjadi permasalahan utama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Desakan keras agar permasalahan ini cepat diatasi juga datang dari pendukung fanatik Persija, Jakmania.

Ribuan Jakmania mengepung kantor Persija di komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemarin. Jakmania menuntut tujuh poin utama yang harus dipertanggungjawabkan manajemen Persija. Adapun salah satu isi tuntutannya, meminta ikon-ikon Persija seperti Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan Ismed Sofyan dipertahankan.

Realisasi pembayaran tunggakan gaji pemain jadi satu hal yang harus dipecahkan ketua umum (ketum) Persija, Ferry Paulus. Dalam usahanya menemui langsung ribuan Jakmania, Ferry mengaku masih belum bisa memastikan para pemain kunci Macan Kemayoran bisa ikut bermain atau tidak saat menjamu Persisam Putra Samarinda, Minggu (6/1).

“Dengan segala keterbatasan manajemen belum bisa membayar gaji mereka (pemain), sehingga mereka belum bersedia untuk bergabung. Jumlah tunggakan sendiri beravariasi yang belum dibayarkannya. Kalau angkanya sekitar Rp3 miliar sekian,” ungkap Ferry.

Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI era kepemimpinan Nurdin Halid ini pun menjelaskan, jika pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para pemain yang melancarkan aksi mogok. Selain Bepe dan Ismed, Persija juga terancam tidak mampu memaksimalkan delapan pemain kuncinya.

Adapun pemain-pemain tersebut diantara Amarzukih, Leo Saputra, Ramdhani Lestaluhu, Andritany Ardhiyasa, dan Rahmad Affandi. Sementara tiga pemain lainnya Johan Juansyah, AA Ngurah Wahyu, dan Galih Sudaryono. Kedelapan pemain ini juga mengalami nasib yang sama, yaitu belum menerima haknya sampai lima bulan.

“Jadi, kalian harus tahu Persija dengan pemain siapapun juga tetep Persija. Saya pertahankan Bepe dan Ismed sudah dari kemarin, tapi yang bersangkutan tidak mau bermain. Sementara delapan pemain sudah acc kontrak angka dengan reformasi gaji. Tapi dengan sampai hari ini mereka tetap tidak mau bermain,” jelas Ferry.

“Intinya Persija tidak seperti kemarin. Harus ada rasionalisasi gaji. Ada penurunan gaji, dari 1 sampai ke berapa. Yang belum sepakat adalah Ismed dan Bepe. Dan kami sampaikan Persija hari ini kemampuannya seperti ini. Jika ingin bersama, harus ikuti apa yang ada sekarang,” sambungnya.

Sementara itu, Jakmania mengaku akan terus mengawal kerja manajemen. Ketua Jakmania, Larico Ranggamone, menyatakan, dirinya tidak bisa menjamin apakah dukungan penuh akan diberikan Jakmania selama permasalahan yang ada belum juga dicarikan titik temu.

“Yang pasti kami akan terus kawal tentang pergerakan manajemen sampai sejauh mana untuk mencari solusi permasalahan yang ada di Persija. Tapi yang pasti biar bagaimana, nama Persija akan terus kami jaga. Tapi kami juga meminta pada tanggal 6 nanti dukungan kami jangan sampai dikecewakan,” jelas Larico.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar: